700 Kasus TB Terdeksi di Klaten di Akhir 2017, 3 Orang Meninggal Dunia

Sub Sub Recipient (SSR) TB HIV Care Aisyiyah Klaten, Rabu (22/11/2017) melakukan audiensi bersama para stakeholdernya, mulai dari Dinas Kesehatan Klaten, DPRD dan berbagai pihak lainnya yang bergerak pada penanggulangan TB HIV.

Habibi Miftahul Marrwa, Koordinator SSR TB HIV Care Aisyiyah Klaten menuturkan, bahwa pihaknya sudah mulai bergerak untuk melakukan penanggulangan sejak awal tahun 2017 lalu.

Kata Habibi dari hasil kerja yang dilakukan hampir satu tahun itu, setidaknya ada sebanyak 700 kasus TB di 10 kecamatan yang ada di Kabupaten Klaten terdeteksi, dan 70 orang dinyatakan positif mengidap TB.

Dan selama tahun 2017 itu pula ujar Habibi sudah memakan korban jiwa karena infeksi tersebut.

“70 orang dinyatakan positif TB, dan dari jumlah tersebut sudah memakan 3 orang meninggal dunia karena TB,” jelas Habibi, Rabu (22/11/2017).

Infeksi TB Tahun 2017 Menurun

Dinkes Klaten, dalam setiap tahunnya selalu melakukan pendataan mengenai jumlah temuan kasus TB di Kabupaten Klaten.

Dari hasil data yang mereka himpun selama tiga tahun, temuan kasus TB di Klaten di tahun 2017 mengalami penurunan jika dibandingkan pada 2015 dan 2016.

Dari data yang didapatkan Tribun Jogja, di tahun 2015 ada sebanyak 670 kasus TB.

Sementara itu, tahun 2016 merupakan masa tertinggi untuk peningkatan infeksi penyakit tersebut di tengah masyarakat Klaten, yaitu mencapai angka 841 kasus.

“Di tahun 2017 ada sebanyak 791 temuan kasus TB di Klaten. Sebenarnya secara teori anak-anak adalah kalangan yang paling rentan untuk terkena infeksi TB. Namun, karena tingkat pengawasan yang ekstra ketat dari orangtuanya, sehingga infeksi ini tidak menyerang anak-anak,” papar Herry.

Dia menambahkan, infeksi TB malah kebanyakan menyerang mereka yang memiliki pola hidup yang sehat, seperti tinggal di rumah yang lembab, sirkulasi udara yang tidak bagus dan masih banyak lagi.

“Harapan kami nanti ketika ditemukan ada satu comot diobati, satu comot diobati. Untuk saat ini sudah mulai stagnan, tapi untuk angka pastinya saya tidak tahu,” tambahnya.

Sumber: Jogja Tribun News

(Visited 14 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.