Ambisi Bupati Klaten Rebut Adipura

Tepat dua dekade Klaten puasa gelar Adipura. Tahun ini, Bupati Klaten Sri Mulyani berambisi merebut penghargaan prestisius bidang kebersihan serta pengelolaan lingkungan perkotaan tersebut. Mengandalkan pengelolaan sampah terpadu di tingkat kecamatan.

Sri Mulyani memang baru ditetapkan sebagai bupati definitive, dua bulan terakhir. Kendati demikian, dia sudah mencanangkan tahun ini sebagai tahun Adipura. Terakhir kali, Kota Bersinar –julukan Klaten– meraih Adipura pada 1997. Sedangkan pada 2016, Klaten hanya mampu meraih sertifikat Adipura. Hasil penilaian tersebut masih di bawah passing grade untuk meraih Adipura.

”Saya mencanangkan 2018 adalah tahun Adipura. Mari kita raih bersama. Saya ingin kota dan desa di seluruh Klaten tampak indah, tertib, dan rapi,” tegas Sri Mulyani kepada Jawa Pos Radar Klaten.

Kepala Bidang Analisis Dampak Lingkungan (Amdal) Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Klaten, Sugeng Santoso mengaku mendukung penuh langkah bupati. Sebab kini sudah ada tempat pembuangan sampah (TPS) di Desa Candirejo, Kecamatan Ngawen. Termasuk hadirnya tempat pemrosesan akhir sampah (TPAS) di Desa Troketon, Kecamatan Pedan.

Mendukung misi meraih Adipura, disiapkan program tempat pemrosesan sampah (TPS) di tiap kecamatan. ”Pekan depan segera kami koordinasikan karena belum ada gambaran pembangunan TPS seperti apa. Tapi peran TPS cukup besar. Sehingga nantinya tidak semua sampah di buang ke Troketon. Diproses dulu di tiap kecamatan,” jelas Sugeng.

Sumber: Jawa Pos

(Visited 10 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *