Aus, Atap Gedung Puskesmas Delanggu Runtuh

Diduga tak kuat menahan beban akibat lapuk, atap bangunan gedung utama Puskesmas Kecamatan Delanggu runtuh sepanjang 15 meter. Meski kerugian mencapai puluhan juta rupiah tetapi tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu.

”Atap gedung runtuh hari Kamis sekitar pukul 16.00 saat suasana sudah sepi,” jelas, Antok salah seorang warga yang berada di lokasi, Sabtu (30/4).

Menurutnya, saat atap runtuh suaranya keras sehingga pasien dan keluarga yang tengah menunggu kaget. Warga dan pasien sempat ketakutan dan bersembunyi di kolong tempat tidur dikira ada gempa bumi atau angin lisus.

Namun setelah diketahui sumber suara adalah atap warga dan pasien akhirnya tenang. Suara atap runtuh sangat keras sebab bahan atap yang rontok terbuat dari genteng semen, atap kayu dan plasteran semen.

Untungnya kejadian sudah sore, dan jika terjadi pagi hari bisa jadi ada korban. Lokasi atap yang jatuh berada di sisi utara bangsal rawat inap yang biasanya untuk berjalan pegawai Puskesmas atau beristirahat penunggu pasien.

Kepala Puskesmas Kecamatan Delanggu, dokter Satimin mengatakan atap ambruk tetapi tidak ada yang terluka. ”Kerugian mencapai jutaan rupiah tetapi untungnya tidak ada warga di bawahnya,” ungkapnya.

Dikatakannya, bangunan Puskesmas sebagian sudah rusak tetapi sebagian masih layak. Bangunan rawat inap meskipun peninggalan zaman Belanda tetapi masih kuat. Justru yang runtuh atapnya adalah bangunan baru yang direhab sekitar 10 tahun silam.

Kerusakan di pintu masuk hanya bagian atap tetapi bangunannya masih bagus. Yang memprihatinkan adalah kerusakan rumah Dinas petugas dan beberapa poliklinik. Puskesmas sudah pernah mengajukan rehab ke Pemkab tetapi belum disetujui.

Sumber: Suara Merdeka

(Visited 20 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.