Ayah Bayu Oktaviyanto Terima Kabar Setelah Tiga Hari

Keluarga anak buah kapal (ABK) asal Dusun Miliran RT 01/03, Desa Mendak, Kecamatan Delanggu berharap segera dipulangkan dalam keadaan sehat dan selamat. Pasalnya, Bayu Oktaviyanto (22) merupakan salah seorang korban penyanderaan kelompok Abu Sayyaf di Filipina.

“Tadi sekitar pukul 08.30 WIB perusahaan (PT Patria Maritim Line cabang Banjarmasin) telepon, katanya keadaan 10 ABK itu selamat dan sehat, tidak kurang suatu apa. Kabar itu berdasarkan kontak perusahaan dengan pembajak,” ujar ayah Bayu, Sutomo (48), Rabu (30/3).

Namun demikian, keluarga masih mengkhawatirkan kondisi putra sulung dari lima bersaudara yang disandera sejak Sabtu (26/3) lalu itu. Sebab, kelompok ekstremis yang menyandera kapal penarik tongkang bermuatan batu bara, Brahma 12, meminta tebusan sebesar 50 Juta Peso atau sekitar Rp 15 Miliar. Bahkan PT Patria sempat meminta dirinya tak melaporkan kasus itu ke polisi.

“Katanya demi keamanan para sandera. Mereka (pembajak) meminta tebusan itu diberikan dalam mata uang peso, bukan rupiah atau dolar. Maka kami tidak berani mengontak perusahaan, karena takut dikira saya memburu-buru perusahaan yang sedang melakukan pendekatan dengan pembajak,” ucap Sutomo.

Diceritakan, anaknya berangkat ke Banjarmasin sekitar dua pekan silam dengan mengunakan pesawat dari bandara Yogja. Bahkan Bayu yang bertugas sebagai nahkoda ini sempat menelepon ibunya, Rahayu (47), kalau kapalnya akan berangkat dari Banjarmasin dengan tujuan Filipina.

“Tidak ada firasat apa-apa. Bayu juga meminta doa kepada kami agar senantiasa diberi keselamatan. Setelah itu, kemarin (Selasa, 29/3) sekitar pukul 06.30 WIB, Santi (calon istri Bayu) diberitahu oleh teman kerja Bayu kalau kapalnya dibajak. Selang beberapa jam, baru pihak perusahaan memberi kabar,” cerita Sutomo.

Sumber: Timlo

(Visited 21 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.