Dispertan: Anggaran Normalisasi Saluran Irigasi Tersier Rp0

Dinas Pertanian (Dispertan) Klaten tak memiliki anggaran guna mendukung normalisasi saluran irigasi tersier di areal pertanian. Sebaliknya, Dispertan hanya mengandalkan kesigapan petani diajak bergotong-royong membersihkan saluran irigasi secara manual.

Hal itu diungkapkan Kepala Bidang (Kabid) Tanaman Pangan dan Hortikultura Dispertan Klaten, Joko Siswanto, saat ditemui wartawan, di ruang kerjanya, Jumat (29/7/2016). Kendati tidak memiliki anggaran, saluran irigasi tertier secara rutin di berbagai areal pertanian di Kabupaten Bersinar dalam kondisi bersih.

“Perawatan saluran tersier di Klaten ini tidak ada anggarannya alias Rp0. Tapi, saluran yang langsung bersinggungan dengan areal pertanian tetap bersih [tidak ada sampah]. Soalnya, para petani sudah menyadari hal ini. Ketika saluran tersier tersumbat sampah, mereka cepat-cepat bergotong-royong membersihkan saluran tersier itu,” katanya.

Joko Siswanto mengatakan kebersihan saluran tersier menjadi salah satu kunci terwujudnya gerakan tanam serentak (Gertak) di Musim Tanam (MT) III. Sebagaimana diketahui, areal tanam di MT III tahun 2016 mengalami penambahan dibandingkan tahun sebelumnya. Selama Juli-September 2016, rencana luas target tanam mencapai 18.422 hektare. Di tahun sebelumnya hanya berkisar 9.516 hektare.

“Kalau saluran primer dan sekunder itu menjadi urusan Dinas Pekerjaan Umum (DPU) dan Energi Sumber Daya Mineral (ESDM). Sedangkan, saluran irigasi tersier menjadi urusan kami. Hanya untuk membersihkannya atau menormalisasinya, kami biasanya menggandeng para petani. Saat ini, kami juga menggandeng prajurit TNI,” katanya.

Hal senada dijelaskan Kepala Seksi (Kasi) Perlindungan Tanaman dan Rehabilitasi Lahan (PTRL) Dispertan Klaten, Iwan Kurniawan. Sejauh ini, persiapan masa tanam MT III di Klaten sudah matang.

“Sampai sekarang, kami belum pernah menerima laporan tentang keluhan petani soal rusaknya saluran irigasi. Kami berharap, Gertak ke depan dapat terwujud dengan lancar,” katanya.

Sebelumnya, Komandan Kodim (Dandim) 0723/Klaten, Letkol (Inf) Bayu Jagat, mengatakan para prajurit TNI sering diterjunkan ke areal pertanian guna menormalisasi saluran irigasi petani dalam beberapa waktu terakhir.

“Ketika saluran irigasi lancar, air bisa masuk ke areal pertanian milik petani. Ini kepedulian TNI dalam rangka mendukung Gertak selama Juli-September,” katanya.

Sumber: Solo Pos

(Visited 9 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *