Festival Onthel Klaten, Ajang Promosi Desapolitan

Ratusan orang dari sejumlah komunitas sepeda ambil bagian dalam Festival Onthel Klaten, Minggu (31/12). Festival berlangsung di Desa Jomboran, Kecamatan Klaten Tengah. Festival onthel atau sepeda lawas ini merupakan upaya Pemerintah Desa Jomboran, mengenalkan wilayahnya sebagai desapolitan. Selama perjalanan, seluruh peserta disajikan suasana perkampungan dan area persawahan nan asri.

Ketua Panitia Festival Onthel Klaten, Agus Wibowo mengatakan, kegiatan ini diikuti 12 komunitas sepeda. Dari Klaten dan Kalasan, Sleman. Total ada 500 orang yang ambil bagian. Tidak hanya sepeda yang dihias, peserta ikut mengenakan outfit nan unik. Ada pakaian khas perjuangan, baju lurik, dan lain-lain.

”Festival ini diadakan untuk membangun silaturahmi antarkomunitas sepeda onthel se-Klaten. Juga bagian mempromosikan Jomboran sebagai Desapolitan. Memang dalam mengembangkan desa wisata di wilayah kami, salah satu atraksinya yakni sepeda santai,” jelas pria yang juga Direktur BUMDes Bodronoyo Jomboran ini.

Sepeda santai mengambil rute dari Alun-Alun Krido Mudo Jomboran menuju perkampungan dan area persawahan. Rute yang ditempuh sekitar 15 km. Memakan waktu kurang lebih 2 jam. Dari sini diharapkan peserta ikut mempromosikan keindahan Desa Jomboran.

”Nantinya selain ada sepeda keliling area persawahan, juga akan kami bangun sekolah sawah di lahan seluas 1,5 meter. Sasarannya anak-anak dan pelajar yang selama ini belum mengetahui bagaimana menanam padi. Sebagai pengetahuan akan profesi petani,” beber Agus.

Kepala Desa Jomboran, Agung Widodo mengaku festival ini bagian dari pencanangan Desa Jomboran sebagai desapolitan. ”Tidak hanya komunitas sepeda onthel saja yang kami gandeng. Tetapi juga komunitas sepeda lainnya. Saya melihat potensi kami berupa area persawahan yang cukup luas bisa menjadi rute yang cocok untuk bersepeda,” paparnya.

Agung mengakui, potensi Desa Jomboran berbeda dengan dua desapolitan lainnya. Yakni Desa Jimbung, Kecamatan Kalikotes dan Desa Krakitan, Kecamatan Bayat. ”Festival Onthel ini selain untuk menjalin silaturahim, juga bisa dikelola secara berkelanjutan. Harapannya semakin banyak orang berkunjung ke desa kami,” ujarnya.

Sumber: Jawa Pos

(Visited 4 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *