Ini yang Membuat Rokok Tanpa Cukai Masih Laris Manis

BERANEKA jenis produk rokok tampak mengisi etalase kecil warung milik Suryati (70), warga Desa Sugihan, Bendosari, Sukoharjo.

Merk sejumlah produk rokok tampak asing. Kemasannya pun menyerupai rokok pada umumnya. Bendel cukai palsu juga terpasang di bagian sisi bungkus rokok.

Suryati tak pernah mengira jika beberapa rokok yang dijualnya tidak bercukai. Kepada Joglosemar yang mampir ke warungnya, ia mengungkapkan, rokok-rokok itu dikirim dari sales sejak beberapa bulan lalu. Biasanya dua minggu atau satu bulan sales rokok tidak bercukai itu datang untuk menitipkan produk.

“Saya malah tidak tahu kalau ini nggak boleh dijual. Wong yo payu, banyak yang beli, tapi lama salesnya tidak balik lagi,” ujarnya, Sabtu (28/8/2016) .

Satu bungkus rokok tidak bercukai dijualnya dengan harga Rp 7.000. Rokok tidak bercukai lebih laku dibandingkan rokok-rokok pada umumnya. Maklum, selisih harganya seperempat hingga separuh dari harga rokok pada umumnya.

“Bungkusnya sama, harnya selisih separuh, itu mungkin yang bikin laris,” imbuhnya.

Peredaran rokok tanpa cukai juga terlihat di Delanggu, Klaten. Pedagang berani menjual sebab sales berani menjamin rokok dikeluarkan oleh perusahaan rokok ternama.

“Kayaknya ya ilegal, tapi salesnya bilang ini dari pabrik besar. Karena harganya murah saya berani jual,” ujar Win (54) warga Dusun Gabahan, Kelurahan Delanggu, Kecamatan Delanggu.

Win mengaku, dalam satu minggu hampir 10 bungkus rokok terjual. Hampir setiap minggu sales selalu mengirim produk. Dari tiap produknya Win tidak banyak mengambil untung, yakni hanya Rp 500 hingga Rp 1.000 saja.

“Ada tiga jenis yang saya jual, yang mild paling laku,” katanya,  Kamis (25/8/2016).

Sumber: Joglo Semar

(Visited 7 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *