Kades Nanggulan Menghilang Sehari sebelum Pelantikan

Kepala desa (kades) terpilih Nanggulan, Kecamatan Cawas, Klaten, Suroto, diketahui menghilang menjelang dilantik. Suroto seharusnya dilantik bersama 47 kades terpilih lainnya hasil Pilkades serentak 2017.

Pelantikan 47 kades terpilih itu dilakukan Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Klaten, Sri Mulyani di objek wisata Watu Prau, Desa Gununggajah, Kecamatan Bayat, Kamis (28/9/2017). Kabid Penataan Administrasi Desa Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dinpermasdes) Klaten, Kliwon Yoso, membenarkan ada satu kades yang belum dilantik yakni Suroto dari Desa Nanggulan.

“Penyebabnya apa kami tidak tahu. Keluarganya terus mencarinya. Posisinya sekarang di mana belum diketahui karena belum bisa dihubungi. Kami terus berkomunikasi dengan camat,” kata Kliwon saat ditemui wartawan di ruang kerjanya, Jumat (29/9/2017).

Kliwon mengatakan Suroto tak terlihat mengikuti proses jelang pelantikan seperti geladi bersih pada Selasa (26/9/2017). Hingga hari pelantikan, Suroto tak kunjung memperlihatkan batang hidungnya.

Kliwon menuturkan posisi Suroto sebagai kades terpilih tak serta merta gugur lantaran tidak mengikuti pelantikan pada Kamis. Ia menjelaskan sesuai regulasi, kades terpilih harus dilantik selambat-lambatnya 30 hari setelah SK pengangkatan sebagai kades ditandatangani.

SK pengangkatan kades hasil pilkades serentak ditandangani Plt. Bupati pada 5 September lalu. “Pak Suroto masih memiliki kesempatan untuk dilantik hingga 4 Oktober mendatang. Untuk sementara posisi kades di Desa Nanggulan masih dijabat Pj. Soal statusnya jika setelah 4 Oktober belum dilantik, ini masih kami pelajari. Harapan kami, Pak Suroto segera pulang untuk dilantik sebagai kades,” kata dia.

Sementara itu, keluarga Suroto masih melakukan pencarian hingga Jumat (29/9/2017) sore. Suroto yang berusia 35 tahun diketahui sudah meninggalkan rumah sejak Selasa pagi atau menjelang geladi bersih pelantikan.

Salah satu kerabat Suroto, Purwanto, 50, mengatakan tak mengetahui alasan Suroto menghilang. Selama ini, Suroto tak memiliki permasalahan dengan istri atau keluarganya termasuk dengan rivalnya saat pilkades.

Kondisi Suroto juga biasa saja, tak mengeluh atau memiliki beban berat setelah pilkades termasuk menjelang geladi bersih pelantikan. “Tidak ada persoalan sama sekali [dengan rival saat pilkades]. Kondisinya biasa saja. Para kader dan pendukung dari dua kubu tetap berteman dan membaur,” kata Purwanto saat ditemui wartawan di rumah Suroto, Dukuh Nglengkong, Desa Nanggulan.

Setelah ditetapkan menjadi pemenang pilkades, Suroto sudah menyusun program 100 hari kerja. Fokus utama ketika kali pertama menjabat kades yakni di bidang pertanian lantaran mayoritas warga setempat bermata pencaharian sebagai petani. Suroto juga berencana menggelar syukuran setelah pelantikan.

Purwanto mengatakan Selasa sekitar pukul 06.00 WIB Suroto berpamitan kepada istrinya hendak menemui seorang teman. Saat itu, Suroto berpesan kepada istrinya untuk menyiapkan baju batik yang akan dikenakan saat geladi bersih pelantikan kades sekitar pukul 10.00 WIB.

Namun, hingga Selasa siang Suroto tak kunjung pulang. Sekitar pukul 14.30 WIB, keluarga mendapat kabar Suroto sempat berada Kulonprogo, rumah salah satu teman akrabnya, dan menitipkan sepeda motor.

Purwanto mengatakan teman akrab Suroto menceritakan kondisi kades terpilih itu berbeda dibanding biasanya saat berkunjung pada Selasa. Kades terpilih itu digambarkan gelisah dan sempat diajak mengelilingi Kulonprogo untuk menenangkan diri.

Namun, Suroto memilih diantarkan untuk naik bus menuju Kebumen. Sejak saat itu, Suroto tak diketahui keberadaannya. Purwanto menjelaskan upaya pencarian terus dilakukan termasuk menghubungi teman-temannya serta pelacakan melalui GPS ponsel yang dibawa Suroto.

Ia berharap Suroto segera pulang dan dilantik menjadi kades dan mengemban tugas untuk merealisasikan program 100 hari yang sudah ia buat.

Sumber: Solo Pos

(Visited 20 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.