Kemenpora Gelar Pelatihan Menjahit Bola di Klaten

Sebanyak 75 peserta mengikuti pelatihan membuat bola yang diadakan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) bekerja sama dengan Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Klaten, Senin (14/9) hingga Jumat (19/9). Salah satu mentor, Suprihatin dari Jogja Sport mengatakan, pelatihan diberikan dari awal yakni membuat pola untuk memudahkan menjahit menjadi bola.

Kemudian, panel-panel dijahit sampai menjadi setengah bola. Selanjutnya, akan dimasuki bola dalam, sebelum dilakukan finishing. “Untuk peserta yang masih awal memang cukup sulit karena panel-panelnya tebal. Apalagi dalam pelatihan ini jarumnya sedikit ditumpulkan agar tidak mengenai tangan peserta. Bila sudah cukup mahir, bisa digunakan jarum yang lebih tajam,” kata Suprihatin sambil membantu peserta yang mengalami kesulitan.

Kegiatan yang dimulai pukul 08.00-16.00 itu akan berlangsung hingga Jumat (18/9). Setelah bola selesai, maka akan dilakukan pengecekan agar bola layak dipasarkan. Nantinya, para peserta akan diarahkan menjadi plasma untuk nantinya bisa menyuplai ke industri pembuatan bola. “Bola hand made atau jahitan tangan lebih awet. Kalau bola jahitan mesin itu hanya tahan 2.000 sampai 3.000 kali tendangan. Namun, bola yang dijahit manual bisa tahan sampai 10.000 kali tendangan. Nantinya mereka juga bisa membuka servis bola, sebuah peluang usaha karena kalau beli bola baru terus butuh dana besar,”ujar dia.

Sumber: Suara Merdeka

(Visited 43 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *