Keseruduk Truk di Lampu Merah, 2 Warga Delanggu Meregang Nyawa

Dua warga Desa Krecek, Kecamatan Delanggu, Klaten, meregang nyawa setelah tertabrak truk di ruas jalan Solo-Jogja, simpang empat Karang, Delanggu, Minggu (31/12/2017) pagi.

Kedua warga masing-masing bernama Nugroho, 45, dan Suharjo, 62, itu ditubruk truk dari belakang saat berhenti karena traffic light menyala merah. Badan keduanya masuk ke kolong truk sementara truk terus melaju hingga menabrak mobil di depannya.

Informasi yang dihimpun Solopos.com, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 10.00 WIB. Truk tronton yang menabrak Nugroho dan Suharjo dikemudikan Widodo, warga Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, dan ditumpangi Wahyudi, warga Tegal. Truk melaju dari Solo.

Truk itu diduga mengalami rem blong sehingga tidak berhenti saat mendekati traffic light perempatan Karang dan menabrak sepeda motor yang dikendarai Nugroho dan Suharjo. Tak hanya itu, truk tersebut juga menabrak mobil yang dikemudikan Putut, 30, warga Kabupaten Karanganyar yang juga tengah berhenti.

Akibat kejadian itu, Nugroho dan Suharjo tak sadarkan diri dan dilarikan ke RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro. Sementara mobil yang dikemudikan Putut rusak pada bagian belakang. Pengemudi mobil beserta lima penumpangnya selamat.

Penumpang truk, Wahyudi, 42, menuturkan truk mengalami rem blong ketika akan berhenti traffic light Karang. “Di traffic light sebelumnya kondisi normal, truk bisa berhenti. Mendekati lokasi sudah direm dari jauh truk tidak berhenti,” kata Wahyudi warga Tegal saat ditemui wartawan di sekitar lokasi kejadian.

Saat melintas di lokasi tersebut, truk tak membawa muatan barang. Widodo dan Wahyudi melaju dari Solo hendak menolong sopir lainnya di wilayah Gondang, Jogonalan, Klaten.

“Dari Solo mau menolong teman yang berhenti di depan PG Gondang. Aki kendaraan teman kami ini tidak menyala sehingga kami membawakan aki dari Solo menggunakan truk ini,” kata dia.

Kepala Desa Krecek, Kecamatan Delanggu, Kukuh Harsana, menuturkan Nugroho dan Suharjo sudah dimakamkan pada Minggu pukul 16.00 WIB. “Pak Suharjo itu paklik-nya Pak Nugroho. Saya belum tahu keduanya saat itu mau ke mana karena keluarganya masih berduka dan belum bisa diajak bicara,” katanya.

Sumber: Solo Pos

(Visited 14 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *