Kinerja Panwaslu Klaten, Lemah

Sejumlah kalangan menilai, kinerja para Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu ) Kabupaten Klaten terutama yang bertugas di kecamatan, kurang optimal dalam melakukan pengawasan proses pelaksanaan pemilihan Bupati dan Wakil Bupati (Pilbup) Klaten 2015. Hal itu dikhawatirkan akan mengganjal proses demokrasi bersih yang kini sedang didengungkan.

Demikian mengemuka dalam diskusi atau tanya jawab saat kegiatan Sosialisasi Pengawasan Partisipatif Dalam Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati 2015 yang digelar Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Jawa Tengah di Gedung Wanita Klaten, Sabtu (29/08/2015).

Salah satu peserta, Sarwono, asal Kecamatan Pedan, mengungkapkan dari hasil pengamatan yang dilakukannya ada beberapa Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) yang mengabaikan tugasnya sebagai pengawas pemilu. Berbagai laporan pelanggaran banyak yang tidak ditindaklanjuti.

“Ada Panwascam yang sering bolos tidak masuk kantor. Selain itu dalam melakukan pengawasan di lapangan kurang optimal. Bahkan cenderung melakukan pembiaran terhadap pelanggaran kampanye,” ujar Sarwono.

Menurutnya, jika kondisi itu dibiarkan maka akan banyak pelanggaran kampanye yang tidak terungkap. Ia berharap kepada Bawaslu Jawa Tengah untuk memberikan pendidikan pengawasan terhadap jajarannya yang ada di daerah.

Menanggapi itu, Ketua Bawaslu Jawa Tengah, Abhan, mengatakan pihaknya berterima kasih atas masukan dari masyarakat terkait kinerja Panwaslu di daerah yang dinilai belum optimal. Hal itu sebagai cambuk Bawaslu untuk peningkatan kinerja ke depan lebih baik.

“Tentu kami akan melakukan segala upaya dalam rangka peningkatan kapasitas kelembagaan kami secara formal dengan bimbingan teknis (bintek) maupun non formal dengan supervisi maupun instruksi, baik langsung maupun tidak langsung,” jelasnya.

Sumber: Kedaulatan Rakyat Jogja

(Visited 138 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.