KPK Tambah Saksi PNS Klaten Lagi

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali meminta keterangan saksi dari unsur Pegawai Negeri Sipil (PNS) Kabupaten Klaten terkait kasus dugaan suap mutasi dan promosi jabatan yang menyeret Bupati Klaten, Sri Hartini.

Mereka yang dimintai keterangan antara lain Bambang Tri Purwanto; PNS staf Subbid Pemerintahan, Kependudukan dan Ketenagakerjaan Bidang Perencanaan Sosial Budaya Bappeda Klaten, Agung Widayat; PNS staf Sekretariat DPRD Klaten, Sri Wardaya; PNS staf Bagian Umum Sekretariat DPRD Klaten, dan Tri Winarsih; PNS Klaten. Mereka dimintai keterangan di kantor KPK di Jakarta, Jumat (27/1/2017) lalu.

Juru Bicara KPK, Febri Diansyah mengatakan para abdi negara tersebut dipanggil untuk perkara Sri Hartini.

Penambahan keterangan saksi-saksi tersebut untuk melengkapi alat bukti pasca Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan KPK di penghujung tahun 2016 lalu.

“Saat ini masih dalam ranah penyidikan, sehingga masih memungkinkan adanya tambahan saksi yang dimintai keterangan hingga penggeledahan jika mana dibutuhkan oleh penyidik,” katanya saat dihubungi, Selasa (31/1/2017).

Meski sudah genap satu bulan penyidikan berlangsung, lembaga antirasuah itu baru menetapkan dua orang tersangka dalam kasus dugaan suap mutasi dan promosi jabatan.

Yaitu Bupati Klaten, Sri Hartini sebagai penerima suap dan Suramlan; mantan Kasi Sekolah Menengah Pertama Dinas Pendidikan Klaten sebagai pemberi suap.

KPK juga sempat memeriksa anak sulung Sri Hartini, Andy Purnomo yang juga anggota DPRD Klaten dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Namun statusnya sebagai saksi atas perkara yang menimpa ibunya itu.

Pemeriksaaan Andy juga berkaitan dengan penemuan uang tunai Rp 3 miliar di kamarnya di Rumah Dinas Bupati Klaten Jalan Pemuda beberapa waktu lalu.

Sumber: Jogja Tribun News

(Visited 12 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.