Kuras Sumur, Anak dan Bapak Tewas

Nasib nahas dialami Sogiman Cipto Haryono, 63, dan anak Sogiman, Sri Nugroho, 27, warga Gombang RT 004/RW 001, Gombang, Cawas, Klaten. Bapak dan anak itu tewas saat menguras air sumur milik tetangganya, Warsidi, warga Gombang Alas RT 007/RW 005, Cawas, Kamis (29/10/2015) pukul 16.00 WIB.

Informasi yang dihimpun Solopos.com, Cipto sebenarnya dikenal sebagai tukang jahit di Gombang. Sesekali, Cipto juga bekerja sebagai tukang serabutan, di antaranya menerima jasa menguras air sumur. Sore itu, Cipto memperoleh order menguras sumur milik tetangganya, Warsidi yang dikenal sebagai bakul buah. Sumur Warsidi mendesak dikuras lantaran mengeluarkan bau tak sedap. Usut punya usut, sumur tersebut ternyata terkontaminasi bangkai tikus.

Cipto dan Nugroho bahu-membahu menguras sumur Warsidi dengan menggunakan alat, seperti dadung, selang, dan tangga. Kedalaman sumur Warsidi sekitar 20 meter. Diameter sumur berkisar satu meter. Saat menguras tersebut, tiba-tiba Nugroho terpeleset ke dalam sumur. Cipto sempat ingin menolong anaknya. Namun keduanya ditemukan tewas di sumur kedalaman belasan meter itu. Diduga, bapak dan anak itu menghirup gas beracun sebelum meninggal dunia.

“Setahu saya, si anak yang masuk terlebih dahulu ke sumur. Setelah itu, baru bapaknya. Petang ini, masih proses evakuasi [tim search and rescue (SAR) dibantu aparat keamanan dan warga],” salah satu pamong desa Gombang, Sidiq Nasirun, kepada Solopos.com, Kamis (29/10/2015).

Hal senada dijelaskan warga Gombang RT 008/RW 005, Sigit. Kabar terceburnya bapak dan anak itu langsung menggemparkan warga Gombang dan sekitarnya. Proses evakuasi yang dipandu tim SAR berlangsung hingga beberapa jam.

“Pak Cipto dan Nugroho itu menguras sumur dengan menggunakan mesin diesel. Infonya, Pak Cipto sempat menolong anaknya. Tapi, dia ikut tercebur ke sumur hingga meninggal dunia. Proses evakuasi berlangsung hingga malam hari. Terkait ada dan tidaknya gas beracun dalam sumur, masih diselidiki tim SAR lebih lanjut,” kata Sigit.

Camat Cawas, M. Nasir yang mengaku juga sudah mendengar kabar dua warga Gombang yang tewas tercebur sumur itu.
“Saya sudah mendengar kabar itu. Petang ini, baru saya cek lebih lanjut,” katanya.

Terpisah, Kapolsek Cawas, AKP Totok Mugiyanto, mewakili Kapolres Klaten, AKBP Langgeng Purnomo, mengatakan tewasnya bapak dan anak penguras air sumur itu disebabkan lantaran menghirup kandungan gas karbon yang sangat tinggi. Setelah kedua korban berhasil dievakuasi, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh masing-masing korban.

“Tadi juga sempat dicek tim medis dari Puskesmas Cawas. Hasilnya, tidak ada tanda-tanda kekerasan.  Dari keluarga juga tidak menghendaki adanya autopsi karena memang murni kecelakaan [tercebur]. Kami pun juga tidak akan melakukan pengusutan lebih lanjut. Kami hanya mengimbau kepada warga, bagi yang ingin menguras sumur hendaknya yang sudah berpengalaman dan memperhatikan keamanan diri,” katanya.

Sumber: Solo Pos

(Visited 28 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.