Laskar Islam DIY–Soloraya Desak Polisi Tangkap Preman Rusunawa Klaten

Sebanyak delapan orang laskar nahi munkar dari berbagai Organisasi Masyarakat (Ormas) Islam menjadi korban pengeroyokan ratusan orang tak dikenal di kawasan Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) kompleks Taman Lampion, Kelurahan Bareng Lor, Kecamatan Klaten Utara, Klaten, Minggu (7/2/2016). Lima anggota laskar mengalami luka-luka dari kejadian ini.

Informasi yang dihimpun KRjogja.com, peristiwa pengeroyokan bermula ketika laskar nahi munkar gabungan dari Majelis Mujahidin Indonesia (MMI) Klaten dan Barisan Muda Klaten (BMK) bersama Polsek Klaten Kota menggelar bersih miras di kawasan Alun-alun Klaten dan kawasan Taman Lampion pada Sabtu malam (6/2/2016).

Di Alun-alun Klaten, didapati sekelompok pemuda yang sedang pesta miras. Mereka langsung digelandang ke Posek Klaten Kota untuk diberikan pembinaan. Sementara di Taman Lampion, laskar juga mendapati sekelompok orang yang sedang pesta miras.

Dalam razia di lokasi Taman Lampion itu sempat terjadi bersitegang antara anggota laskar nahi munkar dengan sekelompok orang di sana. Anggota laskar sempat mendapat pukulan oleh orang tak dikenal. Peristiwa itu terjadi pada Minggu (7/2/2016) sekitar pukul 01.00 WIB. “Saat barang bukti miras hendak kami bawa, ada preman yang memprovokasi warga dan meneriaki maling. Sontak warga sekitar terpancing dan mengeroyok anggota laskar. Ada lima anggota laskar mengalami luka-luka,” ujar Ketua BMK, Nanang Nuryanto kepada wartawan, Senin (8/2/2016).

Akibat perisitwa itu, Ormas Islam berinisiatif melaporkan kejadian tersebut ke Polres Klaten. Gabungan Ormas Islam dari Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Soloraya juga sempat mendatangi Polres Klaten pada Senin (8/2/2016) dan mendesak polisi menyelesaikan kasus tersebut. “Kami minta pelaku ditangkap. Sebab ada upaya pembunuhan saat kejadian di Rusunawa kompleks Taman Lampion tersebut. Para preman menggunakan pedang dan ingin menghancurkan Ormas Islam,” kata Nanang.

Sementara itu, gabungan Ormas Islam mengancam akan mengerahkan laskar lebih banyak jika polisi tak mampu menangkap pelaku penganiayaan. Ormas Islam telah mengantongi identitas preman yang diduga sebagai provokator kejadian tersebut.

Kapolres Klaten, AKBP Faizal, mengatakan pihaknya berjanji akan mengusut tuntas kasus tersebut. Saat ini polisi masih mengumpulkan keterangan dari para saksi dan korban. “Saat kejadian itu (di Rusunawa, Taman Lampion) teman-teman laskar tidak melakukan sweeping. Namun hanya mengecek apakah ada miras atau tidak di sana,” ujarnya.

Sumber: Kedaulatan Rakyat Jogja

(Visited 31 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.