Pemetaan Wilayah Kritis Aliran Sungai di Klaten Harus Libatkan Masyarakat

Sebagai daerah yang memiliki potensi bencana banjir akibat luapan sungai, Kabupaten Klaten perlu segera memetakan wilayah kritis di daerah sepanjang aliran sungai. Namun dalam pelaksanaannya, harus melibatkan masyarakat.

Ahli Hidrologi dan Pakar Sumber Daya Air UGM, Agus Maryono mengatakan alasan perlunya keterlibatan masyarakat lantaran mereka merupakan pihak yang paling mengenal wilayahnya.

Pasalnya penilaian wilayah kritis di setiap daerah bisa jadi berbeda-beda.

“Selain itu dengan dilibatkannya warga, pemerintah dapat memberikan edukasi bagi masyarakat. Sehingga bisa saling memberikan masukan mana saja yang dianggap rawan dan perlu diwaspadai,” katanya, Rabu (30/11/2016).

Di sisi lain, dengan dilibatkannya masyarakat dalam pemetaan wilayah kritis di aliran sungai, kewaspadaan masyarakat terhadap bencana banjir akan meningkat.

Hal ini lantaran masyarakat akan merasa diingatkan dengan ancaman bencana yang ada di sekitarnya.

“Mungkin saja masyarakat yang tinggal di sekitar bantaran sungai merasa aman-aman saja karena sudah terbiasa. Namun setelah dilakukan pemetaan, ternyata banyak titik kritis yang berpotensi membahayakan warga,” paparnya.

Untuk itu diperlukan gerakan yang berkesinambungan agar potensi-potensi tersebut dapat diantisipasi sehingga memperkecil dampak bencana.

“Yang terpenting adalah mengenalkan dulu apa saja yang perlu dilakukan masyarakat. Sehingga tidak hanya berhenti pada pemetaan, namun juga meminimalisasi bencana,” katanya menerangkan.

Sumber: Jogja Tribun News

(Visited 10 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *