Promienenta Dwi Wasana Putra, Dalang Muda asal Klaten

Gelaran Dalang Muda di halaman RSPD Klaten, awal pekan lalu meninggalkan sekelumit cerita menarik. Seorang dari tujuh dalang muda yang tampil, yakni Promienenta Dwi Wasana Putra (20), warga Desa Brangkal, Kecamatan Karanganom. Belajar dalang sendiri tanpa bantuan sanggar atau guru seni.

Suara alunan gamelan menggelegar saat lakon Ampak-Ampak Wiroto ditampilkan di halaman RSPD Klaten, awal pekan lalu. Layaknya dalang professional, Prominenta yang mampu memainkan berbagai karakter pewayangan dalam lakon yang dibawakan di depan penonton dan dewan juri.

Tapi siapa sangka, Prominenta bisa mendalang karena belajar secara otodidak. Ketertarikannya pada seni wayang dimulai saat melihat seni pertunjukan tradisional di Alun-Alun Klaten, 10 tahun silam. Saat itu dia masih duduk di bangku kelas IV SD.

Prominenta diajak orang tuanya menyaksikan pagelaran wayang kulit Ki Anom Suroto dalam perayaan Hari Jadi Klaten. Dia begitu menikmati cerita yang dibawakan dalang kondang tersebut hingga tertarik untuk menjadi dalang.

Sepulang dari Alun-Alun, Prominenta lantas merengek ke orang tuanya. Minta dibelikan kaset VCD yang berisikan pagelaran wayang kulit. Dari sinilah, Prominenta selalu memutar ulang kaset VCD tersebut sembari belajar cara mendalang.

Selanjutnya, Prominenta juga minta dibelikan mainan wayang-wayangan. Dari sinilah dia mulai belajar memerankan lakon-lakon pewayangan itu, sesuai dengan yang dilihatnya di video VCD.

”Saat itu memang belum ada YouTube, jadi melihat videonya dari membeli kaset VCD. Itu pun belinya yang bajakan. Sampai akhirnya saya belajar jadi dalang,” kenang Prominenta.

Dari hobinya mendalang, kedua orang tua Prominenta sempat dag dig dug. Pertanyaan pun muncul. Apakah Prominenta akan menjadikan hobinya mendalang menjadi profesi? Dengan tegas dia menjawab bakal selalu mendalang.

Kekaguman Prominenta pada seni wayang tidak bisa dipandang sebelah mata. Sebab mendalang butuh penjiwaan yang begitu mendalam. Termasuk dalam mempelajari tokoh wayang yang akan dimainkan.

Lalu, apakah Prominenta tertarik masuk sanggar seni atau belajar dari guru seni pedalangan? Ternyata tidak. Dia pilih belajar secara otodidak. Terbukti, dia bisa melakukannya. Karena tertanam DNA seni dalam darahnya yang diwarisi kakek neneknya yang dulunya merupakan pemeran wayang orang.

”Selain belajar sendiri, saya juga dibimbing kakek saya. Pernah membawakan pagelaran wayang semalam suntuk. Bahkan tanpa disuruh pun, saya siap menghibur masyarakat sekitar rumah. Kalau mau menjadikan dalang sebagai profesi utama, ya harus menerima segala risiko yang ada,” bebernya.

Dari kegigihan ini, Prominenta ingin meneruskan jejak dalang-dalang kondang asal Klaten. Sebut saja Ki Narto Sabdo, Anom Suroto, hingga Warseno Slank.

Sumber: Jawa Pos

(Visited 6 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *