Ribuan Ha Sawah Di Klaten Ikuti Program Asuransi

Ribuan hektare (ha) lahan pertanian di wilayah Klaten didaftarkan untuk mengikuti program asuransi usaha tani padi (AUTP). Berdasarkan data dari Dinas Pertanian (Dispertan) Klaten, total lahan pertanian yang diajukan guna mengikuti asuransi itu ada sekitar 5.962,04 ha. Jumlah itu berdasarkan hasil pendataan hingga Kamis (26/11/2015).

“Kami juga masih melakukan rekap data pada Jumat [27/11/2015],” jelas Koordinator Kelompok Jabatan Fungsional bidang Penyuluhan Dispertan Klaten, Widiyanti, Sabtu (28/11/2015).

Widiyanti mengatakan target luas lahan pertanian di Klaten yang didaftarkan guna mengikuti asuransi itu yakni 21.000 ha.  “Sebenarnya lebih dari itu pun boleh. Tetapi, memang sampai Kamis target itu belum tercapai. Waktu yang tersedia terlalu mepet. Untuk sosialisasi hingga pengajuan tersebut hanya sekitar 30 hari,” katanya.

Ada sejumlah persyaratan guna pengajuan asuransi yakni diberikan kepada petani atau buruh tani yang mengerjakan lahan. Luas lahan pertanian yang bisa didaftarkan mengikuti program AUTP yakni maksimal 2 ha. Selain itu, ada persyaratan soal sistem irigasi pada lahan pertanian yang boleh mengikuti program pemerintah pusat tersebut.

“Yang bisa didaftarkan yakni lahan pertanian dengan sistem irigasi teknis, full teknis, dan sederhana. Sementara untuk sawah dengan irigasi tadah hujan tidak bisa mengikuti program ini,” jelasnya.

Sebelumnya, Kabid Tanaman Pangan dan Hortikultura Dispertan Klaten, Joko Siswanto, mengatakan program AUTP dari Kementerian Pertanian menggandeng perusahaan di bawah BUMN yakni PT Asuransi Jasa Indonesia. Guna mengikuti program, petani mendaftarkan diri melalui masing-masing kelompok tani.

Joko mengatakan total premi yang mestinya dibayarkan untuk asuransi pertanian yaki Rp180.000 per ha dalam satu masa tanam. Namun, melalui program tersebut pemerintah pusat menggunakan dana dari APBN memberikan subsidi.
“Premi yang harus dibayarkan Rp180.000 per ha untuk satu musim tanam. Tetapi, melalui program ini 80 persen premi disubsidi pemerintah. Petani tinggal membayar 20 persen. Misal 1 ha, premi yang dibayarkan petani Rp36.000 untuk satu musim tanam. Jika luas tanam 2.500 meter persegi, premi yang dibayarkan hanya Rp9.000,” kata dia.

Petani atau buruh penggarap lahan pertanian yang mengikuti program AUTP bakal mendapat ganti rugi Rp6 juta/ha. Ganti rugi diberikan jika lahan pertanian mengalami gagal panen akibat bencana alam banjir, kekeringan, serta serangan organisme pengganggu tanaman (OPT) utama.

Sumber: Solo Pos

(Visited 20 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *