Serangan Tawon di Klaten Terbesar di Indonesia, Dua Orang Tewas

Serangan tawon di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, semakin meningkat dalam satu tahun terakhir hingga menyebabkan dua orang tewas setelah tersengat sepanjang tahun 2017. Tim pakar serangga LIPI menyebutkan peristiwa ini merupakan yang terbesar di Indonesia.

Petugas pemadam kebakaran menyebutkan sampai awal tahun ini mendapat laporan 217 kasus temuan tawon dari warga di 26 kecamatan, dan masih ada lebih dari 60 laporan penemuan sarang tawon yang belum ditangani.

“Pertama kali kita mendapatkan laporan Desember 2016, pertama kali kita mendapatkan di stasiun, lalu pada Maret sekitar pertengahan, ada korban jiwa di Klaten, ada anak kecil yang tewas diserang tawon itu,” kata anggota Operasi Tangkap Tawon (OTT) Damkar Klaten, Eddy Setiawan.

Hingga Januari 2018, tercatat dua korban tewas setelah tersengat tawon, yaitu pada Maret dan Desember 2017. Dua orang korban tewas merupakan anak-anak, salah satunya Azzam yang mendapatkan 100 sengatan tawon pada awal Desember lalu ketika bermain di pekarangan di samping rumahnya.

100 sengatan tawon

“Saat itu ada pemburu burung yang meletakkan bambu untuk mendapatkan buruannya. Saat berburu, burungnya itu tersangkut di dekat sarang tawon, anak saya menyenggol bambu itu. Lalu tawon mengejar Azzam dan dua temannya. Karena larinya yang tidak kencang, Azzam mendapatkan sengatan yang paling banyak,” kata Kristiani yang ditemui wartawan di Jawa Tengah, Fajar Sodiq.

Lantas Kristiani dan nenek Azzam yang berada tidak jauh dengan pekarangan membantu Azzam agar tawon-tawon itu menjauhinya. Ia dan nenek Azzam juga tak luput dari sengatan tawon.

“Karena Azzam terkena banyak sengatan, saya larikan ke rumah sakit terdekat. Setelah disuntik, disuruh pulang. Tapi sehari berselang, badan Azzam menguning. Saya larikan ke rumah sakit, tapi tidak tertolong. Setelah itu hari Kamis, Azzam meninggal,” kenang Kristiani.

Selain korban tewas, sejumlah warga yang terkena sengatan tawon, bahkan ada yang menjalani rawat inap di rumah sakit. Eddy mengatakan di sebuah desa di Klaten ada sekitar 10 Kepala Keluarga yang sampai mengungsi karena khawatir sengatan tawon.

Pengendalian agar tak rusak ekosistem

Menurut Eddy, biasanya tawon seperti itu tumbuh di hutan, dan petugas damkar hanya yang berada di permukiman yang membahayakan keselamatan warga. Upaya penanganan dengan menggunakan alat penghisap asap yang biasa digunakan petugas pemadam kebakaran, tanpa menggunakan pakaian pelindung tawon.

Eddy menjelaskan ciri tawon jenis Vespa Affinis yang menyerang warga Klaten.

“Ada cincinnya di bagian ekornya, berwarna oranye, ukurannya kira-kira satu setengah centimeter, ratunya sekitar dua centimener,” jelas dia.

Tim pakar serangga LIPI menyebutkan serangan tawon di Klaten merupakan yang terbesar di Indonesia.

“Sejauh yang saya tahu beberapa tahun lalu di Gunung Kidul ada, tetapi tidak sebesar ini, setahu saya ini yang di Klaten ini merupakan terbesar,” jelas dia.

Pekan lalu Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) datang ke Klaten dan menyebutkan kasus tawon di Klaten ini merupakan yang terbesar yang pernah terjadi di Indonesia, jelas seperti disampaikan Hari Nugroho pakar ilmu serangga LIPI.

Hari menyebutkan penanganan tawon harus hati-hati agar tidak merusak ekosistem karena fungsinya sebagai pemakan hama dan biasanya mudah ditemui di hutan atau sawah.

“Mustinya yang harus dilakukan adalah pengendalian bukan pemusnahan, karena kita bicara tentang konservasi atau keseimbangan ekosistem mereka tawon punya peranan sebagai predator pemangsa hama, penting bagi lingkungan juga,” kata dia.

Tim pakar serangga dari LIPI telah mengunjungi Klaten untuk mengkaji penyebab meningkatnya populasi tawon.

“Ada beberapa kemungkinan, tawon itu kan pemakan hama jadi kita harus koordinasi dengan beberapa instansi untuk mengetahui apakah di Klaten ada ledakan hama, bisa jadi karena jumlah makanan banyak maka mereka berkembang dengan pesat,” jelas Hari.

Pemicu meledaknya populasi tawon

Dia juga menyebutkan meledaknya populasi tawon dapat juga dipicu oleh peningkatan suhu, namun semua kemungkinan itu masih dikaji.

Hari mengatakan kajian penyebab lonjakan populasi dan pengendalian tawon diperkirakan akan selesai pada Februari mendatang.

“Sehingga dapat dilakukan penanganan yang tepat,” jelas dia.

Untuk penanganan sementara, pakar serangga LIPI telah memberikan sejumlah saran untuk penanganan jangka pendek kasus ini pada pemkab dan petugas damkar Klaten agar memberikan sosialisasi pada masyarakat agar lebih waspada dan segera melapor jika ditemukan sarang tawon.

“Rata-rata yang dilaporkan itu sarangnya sudah besar mungkin warga tidak menyadarinya, jadi warga harus mengecek apakah di sekitar rumahnya ada sarang tawon, jadi tidak menunggu sampai ukurannya besar,” jelas Hari.

Dia juga mengatakan warga diminta tidak menangani sendiri sarang tawon, terutama yang berukuran besar karena dapat disengat.

Sumber: BBC

(Visited 17 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.