Serunya Lebaran Ikan, Berburu Lele Dapat Kulkas!

Ribuan warga Klaten langsung nyemplung ke kolam seluas satu hektare di Gemblegan Kecamatan Kalikotes, Minggu (28/8/2016) pagi. Mereka tidak hendak berenang, melainkan untuk berburu berbagai ikan berukuran jumbo.

Sebelum menceburkan diri ke kolam, warga dari berbagai penjuru di Kabupaten Bersinar itu telah mempersenjatai diri dengan jaring, tudung saji, tempat sampah terbuat dari plastik, ceting, keranjang plastik, dan lain sebagainya. Saat berada di kolam ikan, ribuan warga itu memiliki tujuan utama yang sama, yakni mencari ikan lele berpita emas seberat kurang lebih tiga kilogram.

Kegiatan berburu berbagai jenis ikan yang disebar di Kolam Gemblegan dengan berat total satu ton itu merupakan rangkaian kirab agung panen mina buja widi widana alias pesta rakyat Lebaran ikan. Jumlah ikan satu ton yang disebar ini dua kali lipat dibandingkan di tahun 2015. Beberapa ikan yang disebar, seperti lele, nila, bawal. Ikan-ikan itu diperoleh dari kawasan Janti Kecamatan Polanharjo.

Pesta rakyat Lebaran ikan ke-3 ini merupakan ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa sekaligus memeriahkan HUT ke-71 Republik Indonesia (RI). Agar tak jenuh memburu ikan, penyelenggara juga memberikan hiburan musik dari panggung kehormatan.

Panitia penyelenggara menyediakan total hadiah senilai Rp10 juta. Bagi siapa saja yang bisa menjaring ikan lele berpita emas bakal diganjar hadiah utama, yakni satu unit kulkas. Berbekal pengumuman tersebut, wajar saja ikan lele berpita emas menjadi buruan warga. Lele berpitas emas itu dilepas Wakil Bupati (Wabup) Klaten, Sri Mulyani dari panggung kehormatan.

Kurang lebih 15 menit berselang, lele berpita emas itu ‘ditangkap’ seorang Sumardiyono, 27, seorang peternak sapi asal Tibayan, Jatinom. Jauh-jauh datang dari Jatinom, Sumardiyono menjadi orang yang paling beruntung dari ribuan warga yang nyemplung ke Kolam Gemblegan. Begitu memperoleh lele berpitas emas di dalam air berwarna keruh, Sumardiyono langsung menuju ke panggung kehormatan untuk menerima satu unit kulkas.

“Saya kali pertama mengikuti kegiatan ini. Saya mengetahui dari internet. Sehari sebelum acara ini, saya membeli jaring senilai Rp40.000 di Klaten. Hari ini [kemarin], saya gunakan untuk mencari ikan. Ternyata, saya memperoleh ikan lele berpita emas. Kendati memperoleh kulkas, saya bingung juga untuk membawa pulang. Soalnya, saya ke sini hanya mengendarai sepeda motor,” kata

Sumardiyono, saat ditemui wartawan di sela-sela kegiatan. Lain Sumardiyono, lain pula Sarjono, 32, warga Gemblegan Kecamatan Kalikotes. Saat Lebaran ikan 2016 ini, Sarjono memperoleh lele berpita Merah-Putih.

“Saya hanya memperoleh lele berpita Merah-Putih, bukan lele berpita emas. Tapi, tak masalah. Soalnya, juga memperoleh hadiah dari panitia,” katanya.

Hal yang sama dijelaskan pemburu ikan lainnya, Bardiyono, 51. Warga Gemblegan ini sebenarnya hanya mencari ikan di sungai kecil yang berlokasi di pinggir kolam.

“Saya juga memperoleh ikan lele. Tapi, memperolehnya tidak di kolam. Ikan lele ini saya jaring di sungai. Ikan lele saya tidak ada pitanya sama sekali. Tapi, saya senang sudah memperoleh ikan sebesar ini,” katanya.

Wabup Klaten, Sri Mulyani, mengharapkan Lebaran ikan di Gemblegan ini dapat menjadi sarana mengkampanyekan perlunya mengonsumsi ikan setiap waktu.

“Ini juga bisa menjadi potensi wisata. Perlu dikembangkan juga ke depannya. Daerah-daerah lain bisa pula mencontoh,” katanya.

Pantauan Solopos.com, selain memperebutkan berbagai jenis ikan, penyelenggara juga memperebutkan empat ekor itik yang dilepas tim Search and Rescue (SAR) Klaten. Selama kegiatan berlangsung, tim SAR dan tim medis Klaten disiagakan di pinggir kolam. Lebaran emas itu juga menjadi hari spesial bagi Kepala Desa (Kades) Gemblegan, Purwanto.

Di hari itu, Purwanto memeriahkan ulang tahun ke-46. Di sela-sela kegiatan, dirinya juga menyebar uang Rp5.000-an ke pemburu ikan di kolam.

“Hari ini [kemarin], memang ulang tahun saya. Semoga, saya bisa menjaga amanah sebagai seorang kades. Kegiatan ini akan menjadi tradisi ke depan karena antusiasme warga semakin tinggi dari tahun ke tahun,” kata Purwanto.

Sumber: Solo Pos

(Visited 19 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.