Tujuh Siswa Dipulangkan Paksa Sekolah

Tujuh siswa baru SDN 2 Delanggu, Kecamatan Delanggu, Kabupaten Klaten terpaksa menelan pil pahit di hari pertama masuk sekolah, Senin (17/7). Pasalnya, mereka dipulangkan pihak sekolah saat akan ikut upacara dengan alasan kuota penuh.

Pemulangan itu terjadi sekitar pukul 07.00 saat para siswa itu sudah siap melaksanakan upacara bendera hari pertama. Awalnya, para orang tua siswa tersebut diminta datang dan diberi penjelasan di ruang kepala sekolah.

Para orang tua ditemui Kepala Sekolah SDN 2, Dominikus Sugiarto dan guru lain. Setelah diberi penjelasan, para orang tua diminta ke ruang kelas untuk menerima pengembalian uang daftar ulang.

Setelah itu, para orang tua membawa anak-anaknya pulang dengan rasa kecewa. Beberapa siswa yang urung masuk sekolah itu terlihat sedih dengan mata berkaca-kaca. ”Saya bingung mau menyekolahkan anak ke mana lagi,” ungkap Handung Prihantoro, orang tua siswa warga Desa Mendak, Kecamatan Delanggu, Senin (17/7).

Menurut Handung, apa yang dilakukan sekolah dinilai aneh. Sebab, saat mendaftar masuk anaknya sudah dinyatakan lolos, sudah daftar ulang, sudah membayar biaya sekolah Rp 150.000 dan sudah diminta masuk Hari Senin (17/7).

Namun sampai sekolah mendadak anaknya dinyatakan tidak bisa bersekolah di SDN 2 Delanggu. Alasannya kuota sudah penuh, ketentuan pemerintah dan ada rayonisasi. Jika benar itu alasannya, seharusnya sejak awal dijelaskan dan dinyatakan tidak lolos. Bukan dilakukan mendadak saat siswa sudah gembira masuk sekolah hari pertama.

Kuota Penuh

Sekolah, kata Handung, beralasan peraturan kuota dan rayon itu datangnya mendadak. Orang tua siswa lainnya, Suko mengatakan alasan anaknya ditolak karena kuota sudah penuh. Padahal sebelumnya tidak ada pemberitahuan apapun ke siswa.

Seharusnya jika sejak awal ada aturan atau kuota sudah penuh, anaknya dinyatakan tidak terima. Yang terjadi, anaknya dinyatakan diterima, sudah mendaftar ulang dan sudah masuk sekolah malah dicoret.

”Saya akan laporkan masalah ini ke Dinas,” katanya.

Kepala Sekolah SDN 2 Delanggu, Dominikus Sugiarto mengatakan ketujuh siswa itu dipulangkan sebab kuota sudah penuh. Sekolah hanya mengacu pada aturan dari Dinas dan pemerintah pusat soal kuota kelas SD maksimal 28 siswa.

Di SDnya ada kelebihan tujuh siswa itu sehingga tidak bisa menjadi satu kelas. Selain itu, para siswa itu berasal dari wilayah luar desa lokasi SDN 2. Para siswa yang dipulangkan itu bisa mendaftar ke SD lain yang belum terpenuhi kuotanya.

Sumber: Suara Merdeka

(Visited 6 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *